JT - Lembaga kajian publik Jakarta Barometer mendesak pemerintah mempercepat pembangunan Stasiun Sentral Manggarai yang direvitalisasi menjelang Ibu Kota Indonesia berpindah dari DKI Jakarta ke Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur.
"Kalau mau menyelesaikan soal kemacetan transportasi cuma satu jurusnya Manggarai," kata Direktur Jakarta Barometer Jim Lomen Sihombing kepada wartawan di Jakarta, Sabtu.
Baca juga : DPRD DKI Jakarta Soroti Persyaratan Nilai 70 untuk Penerima KJP Plus yang Terancam Putus Sekolah
Jim menegaskan Stasiun Manggarai harus menjadi pintu masuk segala transportasi yang akan terhubung, mulai dari KRL Commuter Line, kereta jarak jauh, kereta bandara hingga TransJakarta.
Kawasan Manggarai diharapkan menjadi stasiun sentral dan terintegrasi yang mampu menampung jumlah pengguna transportasi publik dari berbagai daerah seperti Tangerang hingga Bekasi.
Dia menegaskan Stasiun Manggarai bisa semakin diperbesar dengan rekayasa pembangunan.
Baca juga : Kontribusi Sektor Perdagangan Dominasi Penerimaan Pajak di Jakarta Pusat
Karena itu, dia berharap stasiun Manggarai juga bisa masuk dalam Program Strategis Nasional (PSN) yang diusung oleh Presiden Joko Widodo. "Menurut saya seharusnya Program Strategis Nasional transportasi Jakarta itu Manggarai," ujarnya.
Dia menuturkan Jakarta membutuhkan pemimpin yang memiliki sifat eksekutor seperti sosok mantan Gubernur DKI Sutiyoso.
Bagikan