JT - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Banjarnegara menyatakan terdapat 13 sesar aktif di Jawa Tengah yang berpotensi menimbulkan gempa, salah satunya berada di perbatasan Kabupaten Batang dan Kota Pekalongan.
"Sesar aktif beberapa kali mengalami pergerakan atau menimbulkan kegempaan dengan kekuatan bervariasi. Gempa terbesar magnitudo 4,4 terjadi di wilayah Kabupaten Batang pada Minggu, 7 Juli," kata Kepala BMKG Stasiun Geofisika Banjarnegara Hery Susanto Wibowo di Batang, Senin.
Baca juga : Surya Paloh: Komitmen Mendukung Prabowo-Gibran Tanpa Syarat Jatah Menteri
Hery menjelaskan, 13 sesar aktif tersebut meliputi sesar Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Batang, Weleri, Semarang, Ungaran, Muria, Pati, Lasem, dan Grobogan.
Ia menegaskan bahwa gempa di Kabupaten Batang tidak berpotensi menimbulkan tsunami karena pusat gempa berada di darat.
Hery juga menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi kerusakan akibat gempa, seperti kekuatan gempa, jarak gempa dengan lokasi bangunan, kekuatan bangunan, dan kondisi tanah.
Baca juga : Komnas HAM Temukan Tiga Pelanggaran HAM dalam Kasus Vina dan Eki di Cirebon
"Pusat kegempaan memang di perbatasan wilayah Kabupaten Batang dengan Kota Pekalongan," ujarnya.
Hery mengimbau masyarakat untuk membangun rumah tahan gempa karena bangunan yang kuat, evakuasi mandiri, dan pelatihan dapat meningkatkan keselamatan.
Bagikan