Pengamat tata kota dari Universitas Trisakti Nirwono Joga menilai Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta merupakan pemerintah daerah yang paling serius dan konsisten terhadap pembangunan jalur sepeda dibandingkan daerah lain.
"Kalau dibanding dengan pemda-pemda lain, DKI Jakarta yang paling serius dan konsisten terhadap pembangunan infrastruktur bagi pesepeda," kata Nirwono di Jakarta, Rabu.
Hal ini dibuktikan dengan pembangunan jalur sepeda di Jakarta dari 2012 sampai 2022 sepanjang 301,084 kilometer. Realisasi itu melampaui target yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2017-2022 Perubahan, dan Instruksi Sekda DKI Jakarta Nomor 88 Tahun 2021 tentang Penyelesaian Isu Prioritas Daerah.
Dalam RPJMD Perubahan, pemerintah daerah mematok pembangunan lajur sepeda sepanjang 252,1 kilometer, kemudian diperbarui dengan instruksi sekda 298 kilometer. Sehingga, kebijakan Pemprov DKI Jakarta ini seharusnya diapresiasi dan didukung oleh masyarakat.
Menurut Nirwono, jika masih ada kekurangan, maka peran dari komunitas pesepeda seperti Bike to Work (B2W) sangat dibutuhkan sebagai pendamping untuk memperbaiki dan mempercepat terwujudnya Jakarta sebagai kota ramah sepeda.
Meskipun populasi pesepeda tidak terlalu banyak, kata Nirwono Jakarta tetap harus menjadi kota ramah sepeda dengan membangun dan terus memperbaiki infrastruktur.
"Tetapi dengan tersedianya infrastruktur pesepeda, masyarakat justru didorong untuk kembali bersepeda dalam jarak dekat untuk beraktivitas harian sebagai bagian dari upaya mengurai kemacetan lalu lintas, mengurangi polusi udara, dan membuat badan sehat," jelas Nirwono.
Selain itu, Pemprov DKI juga telah menyediakan lajur sepeda yang aman, selamat dan nyaman bagi masyarakat Jakarta. Nirwono menyebut tidak ada landasan yang membuat komunitas B2W menggugat Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono ke PTUN.
Terkait pembongkaran jalur sepeda di Pasar Santa itu dilakukan karena adanya perbaikan ukuran jalan raya yang terkait dengan bentuk fisik jalan (geometrik) di simpang Jalan Wijaya I-Jalan Wolter Monginsidi-Jalan Suryo (lampu merah Santa), Jakarta Selatan agar bisa mengurai kemacetan dan menambah kenyamanan warga yang berlalu lintas.
Penataan tersebut dilakukan agar distribusi kendaraan dapat berjalan lebih baik, seiring dengan semakin tingginya kemacetan di area tersebut. Selanjutnya, pembongkaran stick cone lajur sepeda dilakukan untuk menindaklanjuti laporan masyarakat melalui aplikasi Cepat Respons Masyarakat (CRM).
Adapun hasil survei petugas lapangan Bidang Lalu Lintas Jalan yang secara mobile melakukan perawatan terhadap jalur sepeda, bahwa terdapat stick cone yang rusak tertabrak kendaraan bermotor. Selain itu untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi di kawasan tersebut, membuat Dishub DKI menggantikannya dengan mata kucing.
Sebelumnya, Komunitas pesepeda Bike to Work (B2W) menggugat Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono ke PTUN karena dinilai melakukan malapraktik terkait tata kelola dalam menjamin keamanan di jalur sepeda.
| TERKINI | JAKARTA | MEGAPOLITAN | SPORT | PEMILU | WORLDNEWS | BISNIS | LIFESTYLE | WISATA | TIPS | OTOMOTIF | TEKNOLOGI | RAMADHAN KAREEM | EVENT | PERSIJA | KESEHATAN | KOMUNITAS | TELUSUR |
|---|
- Jakarta
- |
- Terkini
- |
- Megapolitan
- |
- Persija
Trending
JAKARTA
Pengamat: Pemprov DKI Dinilai Paling Konsisten Bangun Jalur Sepeda
- by Ignatius Raymond Reynaldi
- 17 Januari 2024 11:18
- 613 Views
Related Post
JAKARTA
Jelang Idul Adha 1446 H, Pemkot Jakarta Timur Sosialisasikan Kesehatan Hewan Kurban
- by Ardi Mahardika Noor
- 07 Mei 2025 11:09
JAKARTA
Puluhan Warga Ngungsi di Gedung Kelurahan Semper Timur Akibat Banjir
- by Ignatius Raymond Reynaldi
- 31 Januari 2024 11:47
JAKARTA
Manajemen LRT Jakarta Optimis Raih Lebih dari Satu Juta Penumpang di Sepanjang Tahun 2024
- by Ardi Mahardika Noor
- 13 Januari 2024 06:00
JAKARTA
Pihak Korban David Ozora Tanyakan Kejelasan Kasus Pencabulan Mario Dandy
- by Ardi Mahardika Noor
- 02 Agustus 2024 07:23
JAKARTA
PHRI DKI Sebut Tingkat Okupansi Menurun Selama Ramadhan
- by Ardi Mahardika Noor
- 16 Maret 2024 08:40
JAKARTA
DPRD Usulkan DBH untuk Penambahan Bus Listrik Transjakarta di 2025
- by Ardi Mahardika Noor
- 25 Oktober 2024 15:32
JAKARTA
TransJakarta Terapkan Tarif Rp1 untuk Rayakan HUT Ke-497 Kota Jakarta
- by Ardi Mahardika Noor
- 22 Juni 2024 11:58
Bagikan