JAKARTATERKINI.ID - Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Kepulauan Seribu melaporkan bahwa komoditas unggulan dari Tana Toraja, Sulawesi Selatan, yaitu Cabai Katokkon, dapat dikembangkan dengan sukses di wilayah tersebut dengan menggunakan metode penanaman di dalam pot.
Parsan, Kepala Seksi Ketahanan Pangan (Sudin) KPKP Kepulauan Seribu, menyatakan bahwa petani urban asal Pulau Lancang, Ishak (40), berhasil menanam Cabai Katokkon dalam 12 pot di rumahnya dan dapat memanennya.
Baca juga : BPBD DKI Sebut Jumlah RT Tergenang pada Sabtu Pagi Bertambah
Sudin KPKP Kepulauan Seribu mendorong petani setempat untuk mengembangkan Cabai Katokkon dan memberikan pembinaan kepada warga setempat.
"Cara menanam sama dengan cabai rawit biasanya, tadi kami berhasil panen cabai sebanyak empat kilogram dari 12 pohon dalam pot," kata Parsan.
Cabai Katokkon memiliki bentuk mirip paprika, seperti lonceng mini, dengan rasa yang pedas. Ketika masih muda, Cabai Katokkon berwarna hijau, kemudian berubah menjadi kuning-jingga, dan menjadi merah saat matang.
Baca juga : Realiasi Belanja Daerah DKI Jakarta Tahun 2023 Capai Rp72,1 Triliun
Parsan menyatakan bahwa harga Cabai Katokkon relatif lebih stabil dibandingkan dengan jenis cabai rawit merah lainnya, dan pengembangan tanaman ini dapat mendukung peningkatan ekonomi dan kesejahteraan petani dan keluarganya.
Sudin KPKP Kepulauan Seribu mengajak masyarakat lokal untuk mengembangkan tanaman cabai sendiri, sehingga pasokan cabai tidak lagi tergantung pada impor dari luar daerah, yang dapat membantu menjaga stabilitas harga cabai.
Bagikan