JAKARTATERKINI.ID - Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin, menyoroti penggunaan alat antropometri dan peralatan kesehatan lainnya di Puskesmas yang belum dimaksimalkan dengan baik.
Saat melakukan kunjungan ke Puskesmas di Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, Menkes mengungkapkan bahwa sejumlah Puskesmas masih menggunakan alat antropometri versi lama atau manual yang dikhawatirkan tidak akurat.
Baca juga : Habib Rizieq Shihab Bebas Murni, Siap Kembali Berdakwah dan Melawan Korupsi
Menkes meminta Puskesmas agar tidak menyimpan perlengkapan antropometri yang telah diberikan pemerintah dan memastikan bahwa alat tersebut digunakan seoptimal mungkin untuk deteksi dini potensi stunting pada anak.
Selain itu, Menkes juga menyoroti penggunaan dan pengelolaan peralatan ultrasonografi (USG), yang beberapa Puskesmas mengalami kendala seperti ketersediaan kertas USG dan kerusakan printer.
"Saya minta kepada Dinas Kesehatan untuk segera dipenuhi dan diperbaiki, sehingga fungsinya bisa optimal lagi," ujarnya.
Baca juga : Danantara Kelola Rp300 Triliun dari Efisiensi untuk 20 Proyek Strategis Nasional
Menkes juga mengajak Puskesmas untuk memacu penggunaan alat hematoanalyzer secara efektif, sebagai alat untuk membantu mendeteksi penyakit seperti kanker, talasemia, hepatitis, tuberkulosis (TBC), diabetes, dan berbagai penyakit lainnya secara otomatis.
"Kalau pemeriksaan hematoanalyzer ini jalan, pemeriksaan darahnya jalan, maka rumah sakit tidak akan penuh," tutup Menkes Budi Gunadi Sadikin.
Bagikan