JT – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta bekerja sama dengan Dinas Pendidikan (Disdik) dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (DPPAPP) untuk meningkatkan edukasi pemilahan sampah kepada anak-anak sejak usia sekolah.
"Masyarakat sering membandingkan kita dengan Jepang, di mana anak-anaknya sudah diajarkan memilah sampah sejak PAUD. Oleh karena itu, kita juga perlu memulai perubahan," kata Kepala DLH DKI Jakarta, Asep Kuswanto, saat ditemui di Jakarta Timur, Jumat (29/11/2024).
Baca juga : Festival Cap Go Meh di Glodok, Bukti Jakarta sebagai Rumah bagi Semua Etnis
Menurut Asep, upaya menanamkan budaya memilah sampah memerlukan kolaborasi lintas pihak. Dinas Pendidikan, misalnya, diharapkan bisa memasukkan materi tentang pemilahan sampah ke dalam kurikulum untuk anak-anak usia sekolah.
Meski demikian, Asep mengakui bahwa sosialisasi mengenai pemilahan sampah, terutama kepada anak-anak, masih belum optimal.
"Dalam strata persampahan, meminta masyarakat memilah sampah itu tantangan tertinggi. Orang sering membandingkan kita dengan negara lain, tapi disuruh pilah sampah malah enggan," ujarnya.
Baca juga : Pemprov DKI Jakarta Tiadakan Ganjil-Genap pada 16 September dalam Rangka Peringatan Maulid Nabi
DLH DKI juga mengandalkan kebijakan retribusi sampah untuk mendorong masyarakat lebih sadar akan pentingnya memilah sampah dari rumah.
"Kalau hanya mengandalkan tukang gerobak sampah, Jakarta tidak akan berubah. Harus ada usaha lebih, salah satunya lewat retribusi," jelas Asep.
Bagikan