JAKARTATERKINI. ID - Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) mengkritisi format debat Pilpres 2024 yang masih memperbolehkan pendukung dan simpatisan berada di belakang pasangan calon (paslon) yang sedang berdebat.
Menurut Direktur Eksekutif Perludem, Khoirunnisa Agustyati, format tersebut menciptakan suasana riuh dan memberikan kesan sebagai ajang pamer kekuatan pendukung paslon.
Baca juga : Pramono Janji Menggratiskan LRT dan MRT Jakarta untuk 15 Jenis Pekerja
Khoirunnisa mengungkapkan bahwa keberadaan pendukung dengan jumlah banyak dapat mengalihkan fokus masyarakat dari substansi debat dan menjadi semacam pertunjukan kekuatan antarpendukung.
"Perludem menilai bahwa debat seharusnya menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk lebih mendalami gagasan, visi, misi, dan kebijakan pasangan calon," katanya.
Perludem juga mencatat bahwa peran panelis dalam debat masih perlu diperhatikan.
Baca juga : Tim Pram-Doel Apresiasi Profesionalitas TNI-Polri dalam Pilkada Jakarta 2024
"Kami berpendapat bahwa panelis seharusnya tidak hanya membuat pertanyaan kepada pasangan calon, tetapi juga harus mendalami gagasan yang disampaikan," ujarnya.
Debat dianggap sebagai momentum penting untuk membantu masyarakat lebih memahami dan menilai gagasan serta kebijakan calon presiden dan wakil presiden.
Bagikan