JT - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menilai proses transisi pemerintahan belum terlihat pasca pemilihan umum (pemilu) yang diselenggarakan serentak di Indonesia pada 14 Februari 2014.
“Ya menurut saya transisi belum berjalan, dalam arti memang belum ada ya. Mungkin (baru sebatas pembicaraan) informal ya dari masing-masing kandidat presiden,” kata Moeldoko dalam buka puasa bersama wartawan di Jakarta, Kamis malam.
Baca juga : AJI Jakarta-LBH Pers Kecam Tindak Kekerasan terhadap Jurnalis pada Sidang Putusan SYL
Meskipun Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah mengumumkan pasangan nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka sebagai pemenang Pilpres 2024, ujar Moeldoko, tetapi masih ada proses sidang sengketa pemilu yang masih berjalan di Mahkamah Konstitusi (MK) yang harus dihormati oleh semua pihak.
“Sehingga, seperti kantor kami di KSP belum berbicara mengenai transisi,” tutur dia.
Menurut Moeldoko, transisi pemerintahan dari kabinet yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke pemerintahan berikutnya baru akan lebih jelas setelah MK memutus perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2024 pada 22 April mendatang.
Baca juga : Menkes: Kecelakaan Saat Mudik Lebaran 2025 Turun 12 Persen Berkat Kesadaran Istirahat dan Cek Kesehatan
Ketika ditanya seberapa besar kemungkinan kontribusi Presiden Jokowi pada pemerintahan yang akan datang, Moeldoko pun tidak bisa memberikan jawaban gamblang.
“Ora isa njawab aku, durung ketok kok (Tidak bisa menjawab saya, kan belum kelihatan). Tetapi yang jelas semua otoritasnya akan ada pada presiden terpilih. Dan saya rasa Pak Presiden Jokowi sangat menghormati situasi tersebut,” ujarnya.
Bagikan