JT - Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Sholikhah, mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI untuk meningkatkan antisipasi terhadap kasus demam berdarah dengue (DBD) di Ibu Kota sebagai langkah pencegahan.
"Tren jumlah kasus DBD di Jakarta cenderung bertambah dari waktu ke waktu, terutama pada masa anomali cuaca seperti sekarang ini," kata Sholikhah kepada wartawan di Jakarta, Rabu.
Baca juga : Pemilik Toko Ponsel Bantah Adanya Lowongan Kerja bagi Korban Pinjol
Sholikhah menjelaskan bahwa desakan ini penting agar Dinas Kesehatan DKI Jakarta dapat segera mengambil langkah-langkah preventif untuk mengendalikan peningkatan jumlah penderita akibat gigitan nyamuk aedes aegypti.
Menurutnya, kasus-kasus kesehatan yang muncul selama transisi musim harus diantisipasi dengan cepat karena Jakarta sering menghadapi situasi serupa akibat perubahan cuaca global.
“Harusnya ini sudah diantisipasi karena sebetulnya kasus DBD bukan hal baru,” ujarnya.
Baca juga : Jakarta Barat Evakuasi 16 Pohon Tumbang Selama Januari 2025
Dia juga meminta Dinkes DKI Jakarta untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pola hidup sehat selama transisi musim ini, khususnya di permukiman warga yang tinggal di pinggiran Jakarta.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI Jakarta, selama periode 1 Januari sampai Februari 2024, jumlah kasus DBD di Jakarta mencapai 627 kasus. Jakarta Barat menjadi daerah dengan kasus terbanyak, yakni 208 kasus, diikuti oleh Jakarta Timur (161 kasus) dan Jakarta Selatan (145 kasus).
Bagikan