JT – Kementerian Pertanian (Kementan) menerjunkan tim untuk menginvestigasi kasus gejala antraks yang ditemukan di Desa Tileng, Kecamatan Girisubo, Gunung Kidul, Yogyakarta.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, menegaskan bahwa pihaknya bergerak cepat dalam menangani penyakit hewan menular.
Baca juga : Empat ABK Kapal TB Mega 09 Ditemukan Selamat Setelah Kapal Tenggelam di Perairan Selat Sunda
"Kami telah mengirim tim ke lokasi untuk melakukan penelusuran, pengambilan sampel, dan penyuluhan kepada pemilik ternak," ujarnya di Jakarta, Kamis (20/2).
Tim Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates, sebagai unit pelaksana teknis Kementan, telah melakukan investigasi di lokasi kasus.
Kepala BBVet Wates, Hendra Wibawa, menjelaskan bahwa desinfeksi menyeluruh pada kandang terdampak telah dilakukan guna mencegah penyebaran penyakit.
Baca juga : KLH Segel TPS Pasar Caringin Bandung karena Pelanggaran Lingkungan
"Ternak yang ada harus diisolasi, sementara akses keluar-masuk kandang dibatasi untuk menjaga biosekuriti," katanya.
Selain itu, ternak yang berada dalam kandang terdampak telah menerima pengobatan antibiotik, dengan vaksinasi antraks dijadwalkan setelah masa kerja antibiotik berakhir.
Bagikan