JT - Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu, Provinsi Bengkulu, memastikan seluruh petugas dapur umum seperti juru masak dan lainnya untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah tersebut terbebas dari penyakit berbahaya.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bengkulu Joni Haryadi Thabrani di Bengkulu, Selasa, menyebutkan pihaknya telah melakukan pemeriksaan kesehatan, seperti penyakit tuberkulosis (TBC) dan Human Immunodeficiency Virus (HIV), terhadap 150 petugas yang bekerja di dapur umum.
Baca juga : Tomas Banten Desak Polisi Usut 1000 Aleg DPR dan DPRD Terlihat Judol
"Untuk pemeriksaan kesehatan, seperti TBC dan HIV, sudah kita lakukan dan hasilnya negatif," ujar dia.
Meskipun sudah ada hasil pemeriksaan laboratorium terhadap 150 petugas di dapur umum untuk Program MBG, ia tetap meminta agar para penyedia makanan tidak hanya juru masak, tetapi juga yang mengelola, membersihkan makanan, dan lainnya, harus dalam keadaan sehat tanpa mengalami sakit apapun, termasuk flu.
Hal tersebut dilakukan sebab, kata Joni, jika petugas masak mengalami sakit flu maka dapat menularkan penyakit ke makanan yang akan dikonsumsi oleh anak-anak.
Baca juga : Banten Luncurkan Sekolah Gratis untuk Siswa SMA, SMK, dan Skh
Sementara itu Dinkes Kota Bengkulu juga menyiagakan sejumlah tenaga gizi dan lingkungan guna memastikan proses pengelolaan makanan untuk Program MBG di wilayah tersebut sesuai dengan standar kesehatan yang telah ditetapkan.
"Masing-masing dapur umum akan dipantau oleh minimal dua petugas yang berasal dari bagian gizi dan lingkungan yang bertugas memastikan proses pengelolaan makanan sesuai dengan standar kesehatan yang telah ditetapkan dari pemilihan bahan hingga penyajian," katanya.
Bagikan