JT - Para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memanfaatkan libur panjang Isra Miraj–Imlek 2025 untuk meningkatkan penjualan dan memperluas akses pasar.
Rolasta Arni Sianturi, pemilik usaha tas handmade bermerek “Caly,” mengatakan momen liburan menjadi peluang untuk menggenjot promosi daring. Arni memilih menggunakan platform iklan Google untuk menjangkau pembeli potensial yang memiliki lebih banyak waktu luang saat liburan.
Baca juga : Memperindah Senyum Masyarakat, Dental District Hadir di Pollux Chadstone Cikarang
"Kami memanfaatkan platform daring karena mereka (calon pembeli) memiliki waktu lebih luang untuk melihat HP saat liburan," ujar Arni di Jakarta, Sabtu (25/1).
Arni mencatat bahwa omzet usahanya mencapai Rp500 juta per tahun, meskipun angka penjualan selama liburan bervariasi.
Sementara itu, pelaku UMKM di sektor pangan juga memanfaatkan event bazar dan expo yang digelar selama libur panjang. Dito Pratomo, tim marketing dari Sagolicious, mengungkapkan bahwa event semacam ini menjadi peluang penting untuk menjual produk sekaligus memperkenalkan brand ke masyarakat.
Baca juga : Pemerintah Hapus Utang Rp2,5 Triliun untuk 67.000 Nasabah UMKM
"Branding adalah salah satu tantangan bagi UMKM. Libur panjang biasanya banyak event dari binaan BSIP atau kementerian lain yang mengadakan bazar. Itu sangat membantu kami," jelas Dito.
Dito menambahkan strategi promosi seperti diskon dan paket bundling digunakan untuk menarik minat pengunjung.
Bagikan