JT – Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) optimistis bahwa sektor gim dan kreator konten dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan pendapatan negara pada tahun 2025.
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan, meskipun sektor-sektor seperti kuliner, kriya, dan fesyen tetap menjadi andalan dalam ekonomi kreatif, beberapa sub-sektor baru yang berkembang pesat, seperti film, animasi, dan gim, juga perlu mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah.
Baca juga : Pergerakan Masyarakat saat Libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 Capai 126 Juta Orang
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menambahkan bahwa sektor kreator konten, termasuk influencer dan Virtual YouTuber (V-Tuber), kini menjadi fenomena yang berkembang cepat dan berpotensi memberikan dampak ekonomi yang besar.
Kehadiran teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) semakin mempercepat transformasi dalam ekosistem ekonomi kreatif ini.
“Di Jepang, industri V-Tuber sudah sangat besar, dan penghargaan pertama untuk V-Tuber di Indonesia baru saja digelar bulan lalu,” ungkap Irene.
Baca juga : Kompolnas Apresiasi Kepolisian Soal Kasus Penangkapan Asisten Artis Saipul Jamil
Untuk memaksimalkan potensi sektor-sektor baru tersebut, pemerintah berencana melakukan pemetaan ekosistem ekonomi kreatif yang lebih detail dan berbasis data. Pemetaan ini bertujuan untuk mengetahui potensi pendapatan yang dapat dihasilkan dan mendukung kebijakan yang tepat.
“Tahun depan, kita akan fokus pada pengembangan 17 sub-sektor ekonomi kreatif dengan pendekatan berbasis data untuk memaksimalkan potensi tersebut,” tambah Irene.
Bagikan